Activity

  • Corcoran Thygesen posted an update 1 month, 4 weeks ago

    SariAgri –  Momentum Idul Fitri 1442 Hijriyah, makin semarak dengan hadirnya bunga Tabebuya yang kembali bermekaran di Kota Surabaya Jawa Timur. Bunga berwarna kuning, putih dan merah muda ini makin mempercantik pemandangan hampir di seluruh jalan protokol Kota Surabaya.

    Selain itu, pohon rindang ini juga semakin memanjakan para pengguna jalan di tengah teriknya panas matahari. Dibalik keindahannya, bunga Tabebuya tidak terlalu kuat menahan angin. Bunganya akan mudah rontok jika tertiup angin cukup kencang.

    “Biasanya memang mekar pada saat cuaca panas. Tabebuya bermerkaran di tahun ini bersamaan dengan lebaran. Jadi semakin menyemarakkan Hari Raya umat Islam," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya Anna Fajriatin kepada SariAgri, Selasa (18/5).

    Selain mudah rontok, tabebuya juga sangat gampang mekar lagi.
    berita hortikultura online Bunga Tabebuya telah menjadi salah satu ikon Surabaya. Tanaman asal negara sakura Jepang Ini sudah banyak menyebar di berbagai titik di seluruh penjuru Kota Surabaya, terutama di pinggir jalan protokol.

    “Hampir semua jalanan Surabaya sudah ditanami Bunga Tabebuya, karena setiap rayon di DKRTH melakukan penanaman Tabebuya. Jadi jumlahnya sudah sangat banyak se-Surabaya,” terangnya.

    Anna merinci, jumlah Tabebuya terus diperbanyak tiap tahunnya sejak masa Wali kota Surabaya dijabat Tri Rismaharini. Pohon rindang dengan bunga warna-warni ini, awalnya ditanam sekitar 10 tahun yang lalu.

    Baca Juga: Punya Nilai Ekonomi Tinggi, Begini Cara Agar Mawar Mini Rajin Berbunga Mengintip Koleksi Tanaman Hias Milik Titi Kamal dengan Harga Fantastis

    Pada tahun 2020 lalu ada sebanyak seribu pohon Tabebuya yang ditanam. Kemudian di awal tahun 2021, jumlah Tabebuya yang ditanam telah lebih dari 500 batang.

    “untuk spesiesnya memang ada tiga, yaitu kuning, pink dan putih. Jika ditotal dari 10 tahun lalu hingga kini ada sekitar 7.000-an pohon tabebuya yang sudah ditanam di penjuru kota Surabaya ini,” ujarnya.

    Surabaya memilih banyak menanam Tabebuya karena kualitas bunganya yang menarik. Selain itu, pohonnya juga cepat bertumbuh. Tanaman tersebut tetap tumbuh dengan baik di iklim apapun.

    “Untuk perawatan, gak ada kesulitan. Empat bulan sekali kita kasih pupuk,” imbuhnya.

    Untuk perawatan, penyiraman dan pemberian pupuk dilakukan secara reguler. Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik yang dihasilkan dari proses pengomposan sampah.

    "Misalnya, ranting pohon yang kita manfaatkan untuk kompos. Untuk tanaman-tanaman yang ada di taman, kita sudah kurangi penggunaan pupuk kimia, beralih ke organik,” kata dia.

    Ia berharap kepada warga untuk bersama-sama menjaga tanaman tersebut. Ia juga meminta warga untuk melaporkan oknum yang menancapkan paku di Tabebuya kepada jajaran DKRTH. berita hortikultura Sehingga, paku yang ditancapkan bisa segera dicabut.

    “Sebab, bagaimana pun juga, mereka ini adalah makhluk hidup yang harus kita jaga bersama,” katanya.

    Saat ini, Tabebuya yang bermekaran bisa dilihat di beberapa ruas jalan di Surabaya. Misalnya, di Jalan Diponegoro, Jalan Banyu Urip, Jalan Ahmad Yani, Jalan Menur, dan beberapa jalan lainnya.

    Pengguna jalan pun bisa menikmati keindahan bunga ini. Mereka berswafoto dengan latar belakang pohon Tabebuya yang tengah bermekaran.

    Tak hanya dikagumi warga Surabaya, keindahan Tabebuya juga diakui warga luar kota.

    "Saya awalnya tahu dari medsos. Saya lihat langsung kok cantik banget. Makanya saya ikutan foto selfie dengan latar belakang Tabebuya. Jadi liburan idul fitri tidak perlu wisata jauh-jauh, cukup ke Kota Surabaya bisa puas liat keindahan bunga Tabebuya," ungkap Dewi, warga Sidoarjo.